Minggu, 28 Desember 2008

DRAF REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA

Draff Revitalisasi Gerakan Pramuka
(Dicanangkan President pada tahun 2006 di Kiara payung, Jatinangor)


DRAFT AWAL PEDOMAN UMUM
REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA
Pegangan bagi Anggota Dewasa
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
Jakarta, Nopember 2006

Gerakan Pramuka yang diresmikan pada tanggal 14 Agustus 1961 merupakan kesinambungan Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia. Tujuan Gerakan Pramuka adalah menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang memiliki watak dan budi pekerti luhur, dapat menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa, bertanggung jawab serta mampu mengisi kemerdekaan nasional.

Pendidikan Kepramukaan adalah pendidikan non-formal yang dilaksanakan di luar lingkungan sekolah dan diluar lingkungan keluarga dan berperan sebagai komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal dalam melahirkan generasi yang bertanggung jawab pada masa depan. Untuk mencapai maksud tersebut dilaksanakan kegiatan Kepramukaan, yaitu kegiatan yang menantang (menampilkan kesulitan, menstimulasi kreatifitas dan memberikan pengalaman yang baru), menarik (orisinil sehingga dapat membangkitkan minat dan keinginan untuk berpartisipasi), menyenangkan bagi kaum muda serta di laksanakan di alam terbuka dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Pendidikan Kepramukaan diselenggarakan dalam berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan perkembangan jasmani dan rohani kaum muda, yang berusia antara 7 sampai 25 tahun, yang dikelompokkan dalam golongan Pramuka Siaga (berusia 7 sampai 10 tahun), Pramuka Penggalang (berusia 11 sampai 15 tahun), Pramuka Penegak (berusia 16 sampai 20 tahun) dan Pramuka Pandega (berusia 21 sampai 25 tahun). Pendidikan Kepramukaan ini diselenggarakan di Gugusdepan. Untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, diselenggarakan pula di Satuan Karya Pramuka (Saka).

Dalam kurun waktu 45 tahun Gerakan Pramuka telah mengalami banyak perkembangan.. Namun sebagaimana juga berlaku di banyak negara, perkembangan Gerakan Pramuka tidak begitu menggembirakan. Ada dua masalah pokok yang dihadapi yaitu masalah kuantitas di satu pihak yakni terjadinya penurunan jumlah anggota yang cukup tajam dan masalah kualitas dipihak lain yakni penerapan Prinsip Dasar Kepramukaan, yang merupakan nilai dan landasan pembentukan Kode Kehormatan (Kode Etik, Kode Perilaku) sebagai kode hidup pribadi dan kode hidup kolektif, kurang mendapatkan perhatian serta kurang ditanamkan, dikembangkan dan/atau dipupuk, sejak Siaga sampai dengan Pandega.

Akibatnya Pendidikan Kepramukaan sebagai pendidikan nilai hidup dan kehidupan, mengalami kehilangan .warna. kepribadiannya, yang berdampak pada menurunnya dukungan masyarakat terhadap Gerakan Pramuka secara tajam. Disamping itu, upaya pemutakhiran Youth Programme dan pelaksanaan Metode Kepramukaan belum dapat dilakukan sebagai mestinya. Akibatnya kegiatan kepramukaan tidak lagi menarik minat kaum muda dan tidak mampu menangkal serta menyelesaikan berbagai masalah kaum muda.

Hasil dari berbagai penelitian menyimpulkan bahwa kehidupan kaum muda di manapun di dunia pada saat ini banyak menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Di negara-negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia, masalah dan tantangan utama yang ditemukan terkait dengan jutaan kaum muda tidak jelas masa depannya, karena kehidupan sosial, ekonomi dan politik bangsa yang masih tidak menentu. Pada saat ini banyak kaum muda tidak dapat melanjutkan pendidikan karena berbagai alasan. Sementara itu sebagai akibat kurangnya kegiatan pembinaan serta terbatasnya jumlah dan ragam wadah penyaluran minat dan bakat kaum muda, menyebabkan jutaan kaum muda terjerumus dalam berbagai tindakan kekerasan/kesesatan.

Jumlah kaum muda yang terlibat dalam berbagai kasus kriminal di Indonesia dari tahun ke tahun tampak meningkat dengan tajam. Dari sekitar 3 juta pengguna obat terlarang (NAPZA), sekitar 50-75% diantaranya adalah kaum muda. Setiap tahun diperkirakan terjadi sekitar 2,3 juta kasus aborsi dan sekitar 10% diantaranya dilakukan oleh mereka yang belum berkeluarga. Dari sekitar 10% pelaku aborsi yang belum berkeluarga tersebut, 80-90% diantaranya adalah kaum muda.

Jumlah kaum muda yang melakukan hubungan seksual tidak sehat juga tampak makin meningkat. Dampaknya terlihat dengan bertambahnya jumlah kaum muda yang menderita penyakit kelamin. Dari sekitar 80.000-120.000 kasus HIV/AIDS yang tercatat di Indonesia, sekitar 20-30% diantaranya adalah kaum muda. Sekitar 80% penularan HIV/AIDS terjadi karena penggunaan jarum suntik pecandu Narkoba yang digunakan secara bersama, yang beraku utamanya kebanyakan adalah kaum muda. Peristiwa kekerasan diantara kaum muda juga tampak makin sering ditemukan. Perkelahian serta tawuran pelajar dan mahasiswa masing sering terjadi.

Berbagai permasalahan di atas merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Gerakan Pramuka. Sebagai wadah pendidikan luar sekolah dan luar keluarga, Gerakan Pramuka sebenarnya memiliki banyak kegiatan yang menarik, positif dan konstruktif yang dapat dipakai sebagai modal dasar dalam menangkal pelbagai masalah yang dihadapi oleh kaum muda. Sebagai penyelenggara pendidikan nilai, Gerakan Pramuka bertujuan membentuk generasi muda yang berkepribadian, berwatak dan berbudi pekerti luhur, beriman dan bertakwa, cerdas dan terampil serta kuat dan sehat, yang semuanya secara keseluruhan mempunyai peran yang sangat signifikan dalam membantu mencegah terjadinya berbagai hal negatif dikalangan kaum muda.

Guna mencapai tujuan tersebut, perlu dilakukan upaya khusus yakni merevitalisasi Gerakan Pramuka, sedemikian rupa sehingga Gerakan Pramuka dapat melakukan berbagai kegiatan yang diyakini mempunyai peranan yang besar dalam membantu mencegah dan menanggulangi berbagai masalah kaum muda. Dengan revitalisasi diharapkan Gerakan Pramuka dapat diterima dan diminati oleh generasi muda. Selain itu dengan revitalisasi diharapkan pula penerapan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dapat terlaksana dengan baik, yang apabila berhasil, pada gilirannya secara cerdas dan gemilang akan dapat menangkal serta membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi kaum muda.



BAB II
PENGERTIAN, HAKEKAT, TUJUAN DAN MODAL DASAR
REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA


1. Pengertian Revitalisasi

Revitalisasi Gerakan Pramuka adalah pemberdayaan Gerakan Pramuka yang dilakukan secara sistimatis, berkelanjutan dan terencana untuk lebih meningkatkan peran, fungsi dan tugas pokok Gerakan Pramuka serta memperkokoh eksistensi organisasi Gerakan Pramuka.

2. Hakekat Revitalisasi

a. Memperkokoh eksistensi organisasi yang dilakukan secara seimbang dengan perkembangan kehidupan lingkungan yang dinamis.
b. Menyempurnakan organisasi yang sudah ada, bukan membentuk organisasi baru yakni dengan tetap mempertahankan tradisi organisasi yang baik disamping melakukan inovasi-inovasi.
c. Dilakukan secara sistematis, berkelanjutan dan terencana.
d. Bertitik tolak dari, serta memanfaatkan berbagai modal dasar yang telah dimiliki.
e. Memusatkan perhatian pada aspek-aspek yang bersifat strategis dengan perhatian utama pada peningkatan peran, fungsi dan tugas pokok Gerakan Pramuka.

3. Tujuan Revitalisasi

a. Gerakan Pramuka dapat diterima dan diminati oleh kaum muda sebagai pilihan dalam proses belajar berorganisasi.
b. Gerakan Pramuka dipercaya sebagai wahana membentuk watak dan mengembangkan kepribadian kaum muda.
c. Gerakan Pramuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan melaksanakan kegiatannya secara cerdas dan gemilang dapat membantu menangkal serta membantu menyelesaikan berbagai masalah kaum muda.
d. Gerakan Pramuka dapat diterima sebagai institusi yang menyelenggarakan pendidikan bela negara.

4. Modal Dasar Revitalisasi

a. Legalitas
1) Keputusan Presiden Nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka
2) Keputusan Presiden Nomor 104 tahun 2004 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
3) Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 086 Tahun 2005 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
4) Sambutan Presiden RI tanggal 14 Agustus 2006 dalam upacara peringatan Hari Pramuka ke-45.
5) Strategy for Scouting yang merupakan hasil Konferensi Pramuka Dunia tahun 2002 di Thesaloniki, Yunani.

b. Visi Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah kaum muda

c. Misi Gerakan Pramuka

 Mempramukakan kaum muda
 Membina anggota yang berjiwa dan berwatak Pramuka, berlandaskan iman dan taqwa (imtaq) serta selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)
 Membentuk kader bangsa patriot pembangunan yang memiliki jiwa bela negara
 Menggerakkan anggota dan organisasi Gerakan Pramuka agar peduli dan tanggap terhadap masalah-masalah kemasyarakatan.

d. Strategi Gerakan Pramuka

 Meningkatkan citra Pramuka
 Mengembangkan kegiatan kepramukaan yang sesuai karakteristik dan minat kaum muda
 Mengembangkan Program Pramuka Peduli
 Memantapkan organisasi, kepemimpinan dan sumberdaya Pramuka

e. Rencana Strategik (Renstra) Gerakan Pramuka 2004-2009

a. Pembinaan Anggota Muda
b. Pembinaan Anggota Dewasa
c. Kehumasan dan Komunikasi
d. Administrasi dan Manajemen
e. Sumberdaya Keuangan



f. Program Kerja Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti tahun 2003-2008

 Program Diklat dan Kepramukakan
 Program Organisasi, Perencanaan dan pengembangan
 Program kerjasama dan Hubungan Luar Negeri
 Program Pengabdian Masyarakat dan Hubungan Masyarakat
 Program Dana dan Usaha


BAB III
KONDISI GERAKAN PRAMUKA SAAT INI

1. Sejak oganisasi-organsasi Kepanduan dilebur dalam satu wadah, Gerakan Pramuka sebagai wadah tunggal kepramukaan di Indonesia mengalami perkembangan yang amat pesat. Dari sudut kuantitas telah berhasil didirikan 33 Kwarda dan 307 Kwartir Cabang di kabupaten/kota. Sedangkan untuk anggota tercatat sebanyak 21.000.000 orang. Jumlah anggota ini adalah yang terbesar jika dibandingkan dengan Gerakan Pramuka di negara lain.

2. Ditinjau dari aspek kualitas, perkembangan yang ditemukan kurang menggembirakan. Mayoritas anggota Gerakan Pramuka belum menghayati sistem nilai Gerakan Pramuka. Akibatnya mayoritas dari anggota tersebut tidak mengamalkan Satya dan Darma Pramuka. Lebih lanjut, mayoritas pengurus dan organisasi Gerakan Pramuka tidak aktif dan jarang yang dapat berkarya, serta mayoritas gugusdepan Gerakan Pramuka tidak menyelenggarakan kegiatan kepramukaan sebagaimana mestinya.

3. Tantangan yang dihadapi oleh kaum muda makin komplek dan beraneka ragam seperti misalnya meningkatnya jumlah kaum muda yang tidak melanjutkan pendidikan, meningkatnya jumlah kaum muda yang terlibat kasus kriminal, meningkatnya jumlah kaum muda pengguna NAPZA, meningkatnya jumlah kaum muda melakukan hubungan seksual yang tidak sehat, meningkatnya jumlah kaum muda yang melakukan aborsi, serta meningkatnya jumlah kaum muda yang melakukan tindakan kekerasan, perkelahian dan tawuran.

4. Sistem nilai Gerakan Pramuka belum dapat diterapkan dengan seksama. Padahal apabila sistem nilai ini berhasil diterapkan, bukan saja akan berdampak positif dalam membantu mengatasi berbagai masalah kaum muda, tetapi juga telah teruji dapat berkontribusi pada pembentukan watak dan karakter bangsa.

5. Ditemukan berbagai kendala untuk dapat memanfaatkan Gerakan Pramuka bagi kepentingan kaum muda, antara lain:
a. Aspek hukum Gerakan Pramuka berupa Keppres No. 238/1961 dan Keprres 104/2004 belum cukup kuat untuk menjadi dasar eksistensi Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan kaum muda
b. Infrastruktur dan manajemen Gerakan Pramuka tidak terbaharukan dan dinilai telah tidak sesuai lagi dengan perubahan lingkungan strategis yang berkembang pesat.
c. Pemutakhiran .Youth Programme. belum dapat dilaksanakan.
d. Penerapan Prinsip Dasar Kepramukaan secara terus menerus, konsisten dan berkesinambungan tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya
e. Pembinaan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka tidak berjalan dengan baik.
f. Sumber daya Gerakan Pramuka serta kerjasama kemitraan dengan berbagai stakeholders tidak optimal.


BAB IV
PEMIKIRAN DASAR
REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA

Presiden Republik Indonesia merasakan pentingnya pembentukan karakter bagi kaum muda. Untuk itu diperlukan suatu wadah pembentukan karakter bangsa melalui Gerakan Pramuka seperti yang disampaikan pada Hari Ulang Tahun Gerakan Pramuka ke 45 tahun 2006 yang berisi pemikiran dasar Revitalisasi Gerakan Pramuka sebagai berikut:

1. Perkuat Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter bangsa.

Pada saat ini, godaan dan tantangan yang dihadapi oleh kaum muda bersifat luas dan komplek, yang apabila tidak dapat diatasi dapat mempengaruhi pembentukan karakter dan watak kaum muda sebagai kader bangsa. Untuk mengatasinya diperlukan antara lain organisasi Gerakan Pramuka yang tangguh, andal dan kuat yang memiliki kemampuan melaksanakan pelbagai program pembinan dan pembentukan karakter dan watak kaum muda sebagai kader bangsa. Dari catatan sejarah, diketahui hanya bangsa yang memiliki kader yang tangguh, yakni yang memiliki mental kepribadian yang kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif dan mampu bekerja keras, yang dapat mendorong kemajuan dan keberhasilan pembangunan bangsa dan negara.

2. Raih keberhasilan melalui kerja keras secara cerdas dan ikhlas.

Gerakan Pramuka diharapkan dapat membentuk kaum muda Indonesia yang memiliki watak mau kerja keras secara cerdas dan ikhlas. Kesediaan bekerja keras dipandang penting untuk keberhasilan pembangunan bangsa, yang saat ini memang masih tertinggal. Kerja keras yang dimaksud harus dapat dilaksanakan secara cerdas dan ikhlas. Dalam kaitan ini, Gerakan Pramuka diharapkan dapat menjadi pelopor membudayakan semangat kerja keras secara cerdas dan ikhlas tersebut, serta dapat membangun nilai, sikap dan perilaku yang sesuai sejak dari usia dini, melalui pelaksanaan berbagai kegiatan kepramukan.


3. Ajak kaum muda meningkatkan semangat bela negara.

Gerakan Pramuka diharapkan dapat membentuk watak serta menggerakkan kaum muda Indonesia memiliki semangat bela negara. Terbentuknya watak dan semangat bela negara dipandang penting dalam rangka mempertahankan kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu Gerakan Pramuka diharapkan dapat menyelenggarakan pelbagai program yang lebih mengutamakan peningkatan semangat bela negara serta peningkatan semangat dan jiwa yang patriotis dalam membela kepentingan bangsanya.. Kaum muda Indonesia harus mencintai dan bangga terhadap bangsa, negara dan tanah airnya sendiri.

4. Mantapkan tekad kaum muda sebagai patriot pembangunan.

Gerakan Pramuka diharapkan dapat membentuk kaum muda Indonesia sebagai pelaku pertama dan utama dalam pembangunan nasional, pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh peran aktif masyarakat, terutama kaum muda. Tantangan Indonesia pada era panca krisis adalah bagaimana dapat membangun kembali negara Indonesia. Untuk itu, kaum muda Indonesia harus dapat menjadi agen, pelopor dan patriot perubahan dan pembangunan. Kaum muda harus diperkenalkan dan dilibatkan dalam kegiatan serta menjadi bagian dari program pembangunan nasional yang diwujudkan dalam bentuk karya nyata. Negeri ini akan maju dan sejahtera apabila kaum muda dapat dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan pembangunan bangsa dan negara.

5. Utamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.

Gerakan Pramuka diharapkan dapat membentuk kaum muda Indonesia yang mempunyai kepribadian, watak dan karakter yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam setiap derap langkah yang diselenggarakannya. Untuk mempertahankan kedaulatan serta mengisi kemerdekaan bangsa dan negara, memang diperlukan masyarakat yang rela mengorbankan kepentingan pribadi, yang harus dapat dibentuk sejak dari usia muda. Pendidikan dan pelatihan kepramukaan harus melahirkan kaum muda yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Kaum muda harus dapat dididik sedini mungkin untuk tidak membeda-bedakan identitas, seperti agama, etnis, suku dan kedaerahan. Pendidikan kaum muda harus diarahkan dalam rangka pembentukan kepribadian, watak dan karakter yang nasionalis, yang tercermin dalam setiap perilaku yang senantiasa lebih mementingkan kepentingan bangsa dibandingkan kepentingan diri dan golongan.

6. Kokohkan persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

Negara Indonesia terdiri dari ribuan pulau, dan bangsa Indonesia terbentuk dari ratusan suku bangsa dengan bahasa, adat istiadat, kepercayaan dan agama yang berbeda. Negara dan bangsa yang seperti ini hanya dapat dipertahankan, jika seluruh masyarakat Indonesia bersatu mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tekad seperti ini harus ditanamkan sejak usia muda yang merupakan tugas Gerakan Pramuka.. Adalah menjadi dambaan semua pihak Gerakan Pramuka dapat menggalang terus sikap dan semangat persaudaraan dan persahabatan diantara sesama anggota Pramuka, sebagai bekal memupuk jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Untuk itu perlu dikembangkan berbagai metodologi dan kegiatan kepramukaan yang dapat membangun harmoni, kerukunan dan kesetiakawanan bahkan kasih sayang diantara sesama kaum muda.

7. Amalkan Satya dan Darma Pramuka.

Keberhasilan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka bukan saja penting bagi Gerakan Pramuka, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa dan negara. Satya dan Darma Pramuka adalah nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh segenap anggota, yang apabila telah terpatri dalam hati dan sanubari, akan berperan besar dalam membentuk masyarakat, bangsa dan negara yang didambakan pada masa depan.. Gerakan Pramuka diharapkan dapat mendorong para anggotanya untuk secara bersungguh-sungguh dapat mengamalkan Satya dan Darma Pramuka. Inti dari Satya dan Darma Pramuka adalah semangat, tekad, kode etik termasuk pesan-pesan moral dan spiritual. Tekad, semangat, kode etik serta pesan-pesan tersebut bukan hanya harus dijunjung tinggi, melainkan yang lebih penting dilaksanakan dan diamalkan.


BAB V
LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS
REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA

Agar Revitalisasi Gerakan Pramuka dapat dilaksanakan dengan baik, perlu disusun langkah-langkah strategis sebagai berikut :

1. Memperkuat kepemimpinan dan manajemen kwartir di semua jajaran

Pembenahan organisasi secara luas di semua jajaran kwartir, termasuk pembenahan kepemimpinan dan manajemen organisasi merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan dalam rangka menata dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi. Untuk itu ada beberapa langkah strategis yang dipandang perlu untuk dilakukan antara lain :

a. Membenahi organisasi agar menjadi lebih fleksibel, ramping, inovatif dan partisipatif Menyusun pedoman dan menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi
b. Mengembangkan kwartir sebagai organisasi pembelajaran
c. Menyelenggarakan manajemen kwartir secara profesional
d. Mendayagunakan tenaga profesional
e. Memperkokoh eksistensi Gerakan Pramuka dengan memantapkan dasar hukumnya yang semula Keppres menjadi Undang-Undang.
f. Menyelenggarakan seleksi calon pemimpin, latihan kaderisasi serta regenerasi kepemimpinan secara berkala.

2. Merapatkan barisan Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka dan Andalan serta Majelis Pembimbing

Para Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka dan Andalan serta Majelis Pembimbing diupayakan agar lebih meningkatkan komitmen rasa memiliki, kesediaan untuk berkorban dan aktif dalam kepramukaan. Disamping itu pelibatan tokoh masyarakat dalam kegiatan kepramukaan juga harus diprioritaskan karena hal ini dinilai mempunyai peranan yang amat strategis dalam memperkuat barisan keanggotaan Gerakan Pramuka. Langkah strategis yang dipandang penting untuk segera dilakukan antara lain:

a. Meninjau kembali Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Pendidikan dan Latihan Anggota Dewasa termasuk kurikulum dan materi pendidikannya disesuaikan dengan perkembangan.
b. Menerapkan Pembinaan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka mulai dari perekrutan, pengembangan sampai dengan purna bakti.
c. Menyelenggarakan seleksi calon Anggota Dewasa secara berkala dan berkesinambungan
d. Mengikutsertakan Anggota Dewasa pada kursus dan pelatihan baik di dalam maupun di luar negeri.
e. Menyelenggarakan pertemuan bagi para Pembina Pramuka (Karang Pamitran) dan pertemuan bagi para Pelatih Pembina Pramuka (Pitaran) serta program pertukaran antar anggota dewasa
f. Mengikutsertakan kaum muda dalam pengambilan keputusan di setiap jajaran kwartir dimulai dari satuan.
g. Menganekaragamkan relawan (Mabi, Kwartir) pada setiap jenjang organisasi, dengan lebih mengikutsertakan unsur masyarakat dengan berbagai karakteristiknya.

3. Mengaktifkan Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega sebagai media penguatan sesama dan antar kelompok sebaya dalam Gugusdepan

Mengupayakan agar Gugusdepan sebagai ujung tombak organisasi dapat berfungsi dan melaksanakan kegiatan peserta didik dengan optimal. Gugusdepan yang diharapkan adalah Gugusdepan yang lengkap, yang memiliki Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega, baik yang berbasis sekolah maupun yang berbasis masyarakat. Semua satuan tersebut perlu lebih dikembangkan sebagai media penguatan sesama dan antar kelompok sebaya dalam gugusdepan. Untuk terwujudnya keadaan yang seperti ini, perlu dilakukan beberapa langkah strategis, termasuk antara lain:

1. Meninjau penggolongan peserta didik serta menentukan sasaran penggolongan
2. Memperbaharui buku panduan program peserta didik
3. Menyelenggarakan gladian pimpinan golongan peserta didik
4. Menyelenggarakan temu giat secara berkala di setiap tingkatan
5. Menyelenggarakan program pertukaran peserta didik di dalam dan di luar negeri
6. Mengaktifkan kembali program pengikutsertaan peserta didik dalam acara-acara kenegaraan tingkat daerah dan nasional
7. Memantapkan kebijakan dan dukungan sarana serta prasarana gugusdepan berbasis sekolah, dengan meninjau kembali kerjasama antara Menteri Pendidikan Nasional dengan Kwarnas.
8. Meningkatkan jumlah Gugusdepan teritorial (Gugusdepan berbasis komunitas) dengan menerapkan prinsip pemberdayaan komunitas (community empowerment) terutama yang terkait dengan penyediaan berbagai sumber daya.

4. Memantapkan Penerapan Prinsip Dasar Kepramukaan, Sistem Among dan Metode Kepramukaan

Hal yang membedakan gerakan Pramuka dengan organisasi pendidikan lain adalah terkait dengan tujuan pendidikan, materi pendidikkan yang disampaikan yang pada dasarnya menyangkut penerapan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Kode Kehormatan Kepramukaan serta Metode Kepramukaan. Adapun tujuan pendidikan kepramukaan ialah untuk mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan kapasitas mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisiknya baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat agar menjadi manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, kuat mental dan tinggi moral, tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya, kuat dan sehat jasmaninya. Sedangkan yang dimaksud dengan Metode Kepramukaan adalah cara belajar interaktif, progresif dengan menerapkan prinsip belajar sambil melakukan, sistem berkelompok, kegiatan yang menarik dan menantang sesuai dengan perkembangan jasmani dan rohani peserta didik, dilaksanakan di alam terbuka dengan sistem satuan terpisah, sistem tanda kecakapan serta menggunakan kiasan dasar. Untuk terwujudnya keadan ini perlu dilaksanakan beberapa langkah strategis sebagai berikut :

1. Memantapkan Sistem Among sebagai landasan Metode Kepramukaan
2. Mengembangkan permainan edukatif, yang rekreatif, menantang, menarik dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan kaum muda serta kebutuhan
3. masyarakat.
4. Mengembangkan model-model permainan serta mensosialisasikan permainan tersebut di dalam media cetak dan media elektronik.
5. Menjadikan Bumi Perkemahan sebagai kampus Gerakan Pramuka

5. Mengutamakan program peserta didik yang berdampak positif terhadap peningkatan semangat bela negara, patriot pembangunan dan perekat bangsa

Kecermatan dalam memilih materi pendidikan yang tepat dan penerapan Metode Kepramukaan yang akurat menjadi sangat penting dalam menjamin tercapainya tujuan pendidikan kepramukaan yang berdampak positif terhadap peningkatan semangat bela negara, patriot pembangunan dan prekat bangsa. Dilaksanakannya program Pramuka Peduli adalah contoh yang tepat dalam pemilihan materi dan metode kegiatan yang tepat. Pramuka Peduli pada saat ini telah menjadi bagian dari program kepanduan dunia.

Untuk Indonesia pelaksanaan program Pramuka Peduli dinilai sangat relevan. Banyak anggota masyarakat yang kehidupannya masih jauh dari memuaskan dan Indonesia merupakan negara rawan yang bencana, yang masih memerlukan banyak bantuan. Bagi Gerakan Pramuka pelaksanaan program Pramuka Peduli juga merupakan pembelajaran yang baik bagi peserta didik serta sekali gus dapat meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Untuk dapat mewujudkan program peserta didik yang berdampak positif terhadap peningkatan semangat bela negara, patriot pembangunan serta perekat bangsa, ada beberapa langkah strategis yang harus dilakukan, termasuk antara lain :

 Menyusun buku panduan pendidikan serta menyelenggarakan pendidikan bela negara
 Berkarya nyata dalam menunjang keberhasilan program pembangunan
 Menyelenggarakan program Pramuka Peduli
 Membentuk tim penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat

6. Memperkokoh kemitraan dan dukungan sumberdaya dari semua komponen bangsa

Selama ini Gerakan Pramuka menggantungkan sumber dana dari Pemerintah. Hal ini tidak salah karena Gerakan Pramuka dibentuk serta mendapat tugas dari Pemerintah untuk melakukan pembinaan watak dan karakter kaum muda melalui kegiatan kepramukaan. Namun dalam rangka mewujudkan cita-cita kemandirian organisasi, dipandang perlu pula untuk mulai mengupayakan tersedianya sumber dana dari usaha organisasi sendiri. Untuk terwujudnya keadan ini, banyak langkah strategis yang harus dilakukan, termasuk antara lain :

 Memperjuangkan Undang-Undang Gerakan Pramuka dan memasukkan anggaran Gerakan Pramuka dalam APBN/APBD
 Menyelenggarakan kegiatan usaha yang menguntungkan Gerakan Pramuka. Kedalam kegiatan usaha ini termasuk pemanfaatan aset Gerakan Pramuka (antara lain Buper) secara optimal serta mendirikan berbagai unit usaha seperti PT Madu Pramuka, Balai Penerbit Gerakan Pramuka (Publishing House), Rumah Produksi Gerakan Pramuka (Production House), Perlengkapan Pramuka (Scout Look) serta Gerai Gerakan Pramuka.
 Memanfaatkan aset Gerakan Pramuka tanpa merubah kepemilikan dan fungsi utamanya
 Memantapkan kerjasama kemitraan dengan semua komponen bangsa yang menguntungkan Gerakan Pramuka




7. Mengamalkan Satya dan Darma Pramuka

Pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam kegiatan sehari-hari secara pribadi maupun secara bersama-sama dalam satu kelompok merupakan landasan utama bagi pengembangan kepribadian dan watak serta karakter kaum muda. Untuk terwujudnya keadan ini, beberapa langkah strategis yang dinilai perlu dilakukan antara lain:

 Mengaktifkan kembali buku karya bakti bagi peserta didik
 Mengembangkan model panutan pengamalan Satya dan Darma Pramuka bagi kaum muda
 Memberikan penghargaan bagi anggota Gerakan Pramuka yang berjasa

BAB VI
TOLOK UKUR KEBERHASILAN

1. Masukan
 Adanya Undang-Undang tentang Gerakan Pramuka
 Adanya Pelatih Pembina Pramuka yang berkompetensi dengan jumlah yang cukup
 Adanya Pembina Pramuka yang berkualitas dalam jumlah yang cukup dan aktif membina.
 Adanya Instruktur dan Pamong Saka yang profesional dengan jumlah yang cukup dan aktif melakukan pelatihan
 Adanya sarana dan prasarana kepramukaan yang mencukupi
 Adanya biaya operasional Gerakan Pramuka yang memadai
 Ada dan aktifnya Saka-saka di semua tingkatan kwartir
 Ada dan aktifnya wadah usaha (interprenership) bagi Gerakan Pramuka

2. Proses
 Berfungsinya Gudep sebagai front terdepan dalam pembinaan pramuka
 Frekuensi kegiatan Gudep dalam pendidikan bela negara
 Frekuensi kegiatan Gudep dalam pendidikan perekat bangsa
 Frekuensi kegiatan Gudep dalam pendidikan kepedulian kemasyarakatan
 Frekuensi kegiatan peserta didik di berbagai tingkatan
 Berfungsinya Kwartir
 Berfungsinya sistem among dan penerapan Metode Kepramukaan
 Berfungsinya Dewan Kerja
 Berfungsinya Lembaga Pendidikan Gerakan Pramuka

3. Luaran
 Jumlah kaum muda yang terpapar pendidikan kepramukaan
 Cakupan pembinaan kepramukaan bagi kaum muda
 Jumlah organisasi kepemudaan yang terpapar kepramukaan
 Tingkat kepercayaan (trust) anggota masyarakat terhadap Gerakan Pramuka
 Peran, fungsi serta kontribusi orang tua pramuka
 Menurunnya masalah yang dihadapi kaum muda
BAB VII
PENUTUP

Buku Pedoman ini diharapkan dapat dipakai sebagai pegangan umum dalam melaksanakan program Revitalisasi Gerakan Pramuka di semua lini organisasi. Karena dalam kenyataannya akan ditemukan banyak sekali variasi dalam melaksanakan dan mengembangkan program Revitalisasi, maka pada waktu penerapannya di lapangan, diperlukan adanya improvisasi dan modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi setempat.

Diyakini bahwa revitalisasi Gerakan Pramuka telah menjadi tekad segenap jajaran organisasi Gerakan Pramuka, yang telah pula mendapat dukungan dan komitmen dari Presiden RI selaku Ketua Mabinas Gerakan Pramuka.. Untuk itu adalah harapan bersama kiranya seluruh jajaran organisasi Gerakan Pramuka dapat mengimplementasikannya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Revitalisasi Gerakan Pramuka pada hakekadnya dapat dikatakan sebagai upaya untuk mengembalikan Gerakan Pramuka kepada wujud dan fungsi utamanya yang bersifat dasar (back to basic), yakni sebagai lembaga pendidikan kader bangsa yang handal, yang memiliki semangat jiwa bela negara, patriot pembangunan dan perekat bangsa

Revitalisasi Gerakan Pramuka dapat dikaitkan pula sebagai bagian dari upaya penyempurnaan Sistem Pendidikan Nasional, yang keberhasilannya sangat bergantung kepada ketepatan penerapan langkah-langkah pendekatan edukatif serta pemantapan organisasi dan kepemimpinan kwartir di semua tingkatan. Berbagai pihak yang terkait dengan upaya revitalisasi Gerakan Pramuka diharapkan dapat berperan secara optimal sesuai kedudukan, peran dan tanggungjawabnya, sehingga dapat benar-benar dirasakan hasil dan manfaatnya bagi kepentingan seluruh anggota masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar